Oleh: mutiatun | Desember 6, 2014

laNjuTaN …..

Dimana permasalahanya… ???

yupssss….

Satu orang janda pontang panting mencari nafikah untuk menghidupi anak-anaknya. seluruh waktu ia curahkan untuk mendidik dan merawat anak-anaknya. Demikian pula sang anak juga mencurahkan seluruh perhatianya untuk orangtuanya mengingat sang anak dengan kondisi yang terbatas. Segala nasehat dan aturan sangat dipatuhi oleh anak-anaknya. Selain itu, kondisi anak-anaknya semakin hari semakin menuju kearah yang baik. Baik secara fisik maupun secara mental dan psikis. Semakin hari sang anak senakin tumbuh besar, kekar, tampan, cantik, semakin pandai, cerdas dan semakin tambah luas wawasanya. Bahkan, bisa dikatakan dengan sedikit perjuangan orangtua, anak bisa tumbuh semakin membaik. Andaikata sang anak dimarahi, anak tidak akan kembali memarahi ataupun jengkel. Andai kata sang anak tidak dicukupi kebutuhanya maka dia akan punya inisiatif untuk memenuhinya sendiri,. Dan seandainya sang anak tidak dididik dengan sempurna, maka sang anak bisa mencari pendidikan sendiri diluar dengan guru ngaji dan lingkungan. Tanpa dimandikan pun sang anak akan mandi sendiri. Hingga suatu saat 10 anaknya telah menjadi orang yang sukses. Ada yang menjadi ulama, pedagang, pengusaha, guru, dll.

Namun…. tidak demikian dengan kondisi sang janda. Awalnya, saat sang janda berumur 70 th, muncullah penyakit batuk. Satu tahun di rawat oleh anak pertama dengan panuh perhatian dan kasih sayang, batuk bukanya sembuh tapi malah bertambah sakit paru-paru. Pindahlah sang janda ke anak yang kedua karena menurutnya anak pertama itu tidak bisa merawat. Satu tahun dirawat oleh anak kedua dengan penuh kasih sayang juga. Semua kebutuhan dan keperluany dicukupinya. sakit batuk telah sembuh tapi sakit paru-paru belumlah sembuh dan bertambah sakit liver. Menurut sang janda anak ke dua pun juga tak becus merawatnya karena malah bertambah sakitnya. Akhirnya pindah lagi sang ibu ke anak ketiga. Dua tahun dirawatnya dengan penuh kasih sayang, penyakitny apun tak kunjung membaik tapi malah bertambah buruk. Penyakit menjadi komplikasi jantung, liver, paru-paru dan lainya. Sang janda semakin marah kepada anak-anaknya karena waktu itu sang ibu merawat anak-anaknya menjadi orang yang berguna tapi sekarang 10 anaknya malah tak bisa membahagiakannya. Akhirnya terpola dalam pikiranya bahwa anak itu tak bisa merawat orang tua, tak bisa membahagiakanya. Hingga akhirnya suatu saat sang janda “meninggal”.

Jadi, sebetulnya pepatah “1 orang anak dapat merawat dan  menjadikan 10 orang anak tapi 10 orang anak tak dapat merawat 1 orang” tidak dapat berlaku secara umum. Seharusnya kita semua yang sebagai anak, harus dengan sepenuh hati dan penuh hormat merawat dan mendidik orang tuanya. Perhatikan hal-hal kecil yang bersifat membangun kedekatan emosional dengan orang tua. Tapi juga sebaliknya. Orangtua juga harus dengan sepenuh hati dan penuh kasih sayang hidup bersama anak-anaknya. Abaikan masalah-masalah kecil yang sepele yang dapat merusak suasana kekeluargaan. Pahami betul bahwa secara fisik dan psikis orang tua bukanlah semakin membaik tapi tetap akan semakin menurun karena umur semakin tua nilai gunanya pun semakin berkurang. Soo…. marilah kita sama-sama berintrospeksi dan memperbaiki diri. 

Di kisahkan di suatu desa bahwasanya ada seorang janda yang mempunyai 10 orang anak. Sang janda hidup damai dengan anak-anaknya setelah kematian sang ayah 5 tahun yang lalu. Dengan penuh kasih sayang sang ibu mendidik dan merawat anak-anaknya. Setelah sekian lama jadilah anak-anak tersebut menjadi “ORANG”. Ada yang menjadi guru, pengusaha, perawat, petani, pedagang, dan lainya.

Saat waktu menunjukkan kurun abad, jadilah sang janda menjadi seorang yang renta. Dia butuh sandaran untuk hidupnya. Beliau awali sandaran dari anak pertama, kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Dari pengalaman hidup bersama anak-anaknya, beliua bukan bertambah membaik tapi justru bertambah memburuk. Memburuk dari segi fisik, psikis dan emosinya.

Saat itu … seorang janda dapat mendidik dan memelihara 10 anaknya. Tapi kini … 10 orang anaknya tidak dapat mendidik dan memelihara sang janda.

Dimanakah permasalahanya …. ???

Kita lanjut postingan selanjutnya.

Oleh: mutiatun | Desember 4, 2013

MaRi kiTa mUlai dEnGan BisMilLaH

Dengan menyebut nama Allah yang merajai seluruh alam aku mulai mendunia maya. Setelah sekian lama aku tertidur dan bermimpi bersama suami tercinta dan putri kesayangan. Aku mulai hari ini untuk berbagi kembali dengan teman-teman yang telah mencerahkan, mengukir, membantu, menguatkan, membentuk dan segalanya.  Tank you for all my friends.

Oleh: mutiatun | Maret 25, 2012

TS 02

Gambar

Tas Serut

Kode : TS 02

Ukuran : 20 * 30 cm

Kemasan per pc : plastik

Harga : Rp 3500

Oleh: mutiatun | Maret 25, 2012

TS 01

Alhamdulillah…..

Hari ini dah bisa posting lagi…..

Temen-temen monggo yang mau liat-liat produk saya. Ini tas model yang sederhana.

Gambar

Tas Biasa

Kode TS 01

Ukuran 25 * 30 cm

Kemasan tiap pc plastik

Harga Rp 3000

Oleh: mutiatun | Februari 28, 2012

PlaStiK

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik.(ini menurut pengertian dari wikipedi)
plastik sangat berguna dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak macam barang yang terbuat dari plastik untuk memenuhi kebutuhan kita. Namun demikian, kita musti tahu kelebihan dan kekurangan bahan plastik. Agar kita bisa mengingat dan menimbang keputusan kita untuk memilih atau tidak memilih barang-barang dari bahan plastik.Ini lah kelebihan dan kekurangan bahan plastik :
kelebihan,

  • Kuat
  • Ringan
  • Flaksibel
  • Tahan Karat
  • Tidak Mudah Pecah
  • Mudah diberi warna sehingga menambah daya tarik
  • Mudah dibentuk untuk berbagai fungsi
  • Isolator panas/listrik yang baik

Kekurangan,

  • Beberapa jenis plastik tidak tahan panas
  • Beberapa jenis plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami (non-biodegradable)
  • Jika tidak digunakan sesuai fungsinya, bahan-bahan kimia yang terkandung dalam plastik dapat membahayakan kesehatan

Nah…. mengingat bahan plastik lama terurai dan bisa membahayakan kesehatan,so…. marilah kita beralih ke barang-barang yang terbuat dari selain plastik. Salah satunya penggunaan tas blanja dari bahan spunbond.

Mau ngorder……????

Tunggu postingan berikutnya untuk model dan harga.

Oleh: mutiatun | Maret 28, 2010

kEsEmpUrNaaN sEpARoH DiiN

Di suatu pagi yang cerah, matahari keluar dari peraduanya untuk menyambut kedatangan sang bayi mungil. Sang bayi yang baru saja datang dari dunia rahim ke dunia yang fana ini. Di pagi ini pula ia belajar menangis. Mulai dari menangis perlahan, menangis manja sampai menangis tersedu-sedu. Di esok harinya, ia mulai mengedipkan matanya yang masih sayu. Di hari itu pula bayi belajar  berkedip. Mulai dari berkedip perlahan, berkedip manja sampai berkedip-kedip. Di hari-hari selanjutnya hingga genap 365 hari sang bayi telah banyak belajar tentang psikomotorik.

Semakin bertambah usia hingga sang bayi dinyatakan balita, bayimulai tampak lincah. Tak hanya psikomotorik, tapi afektif dan analoginya pun mulai dia kuasai. Menginjak remaja, bayi mulai mengenal dan memahami tentang aurat, pergaulan, dan Allah Sang Pencipta. Setelah dewasa, bayi yang saat itu di lahirkan dari dunia rahim ke dunia fana ini tanpa ilmu apapun, saat ini, saat bayi dinyatakan dewasa dia sudah menguasai semua  ilmu yang ada. Ada ilmu tauhid, fiqh, nahwu, tasawuf, dan ilmu-ilmu lainya. Tak hanya pandai menguasai dan memahami ilmu tapi bayi dewasa ini juga pandai menerapkan dan mengamalkanya. Bahkan seumur hidupnya ia persembahkan untuk Allah Sang Pencipta yang ia kenal waktu itu. Dan pada akhir hidupnya di dunia fana ini, dia dinyatakan LULUS tanpa cacat menguasai dan menerapkan ilmu dan memperoleh penilaian yang sempurna.

Suatu senja, saat matahari mulai berpulang ke peraduanya, bayi yang dinyatakan lulus tanpa cacat menguasai dan menerapkan ilmu juga berpulang ke Allah tempat asalnya sang bayi. Saat sampai di hadapan  Allah, dia menerima sebuah buku yang isinya adalah raport perjalanan hidupnya. Dalam hatinya dia sangat bangga pasti Allah juga akan memberikan penilaian yang sama dengan saat dia masih berada di dunia fana.

Perlahan ia membuka raport yang telah diberikan padanya. Deg…. betapa terkejutnya saat ia melihat nilainya. Ternyata penilaian yang Allah berikan padanya sangat jauh berbeda dengan penilaian yang ia terima saat di dunia fana. Ia hanya memperoleh nilai separohnya saja. Wuih… betapa kecewanya ia. Dalam seumur hidupnya ia persembahkan seluruhnya untuk Allah dengan harapan ia akan memperoleh nilai yang sempurna di hadapaNYA. Namun ternyata enggak. Bayi pun mengajukan protes pada Allah.

“ Allah, dalam seumur hidupku telah kupersembahkan untukMu. Tanpa sedikitpun aku lalai dariMu. Tapi mengapa Engkau memberikan penilaian yang jauh dari memuaskan?? Mengapa wahai Allah? Adakah yang salah dari aku??”

“ Wahai hambaku, tiada sedikitpun yang salah dan luput darimu. Tapi hanya satu hal yang kamu lupa dan belum kamu lakukan.” Allah memberikan penjelasan.

“ Apa itu wahai Allah…???” Tanya bayi dengan penuh harap akan jawaban.

“ Angkau tidak membawa amal kebersamaanmu dengan belahan jiwamu. Padahal itulah separoh dari amal yang akan menggenapkan penilaianku terhadapmu” Jelas Allah.

Dengan perlahan tertunduklah ego sang bayi. Dan mundurlah ia dari keinginanya sendiri sehingga ia meyakiniNYA.

D

Oleh: mutiatun | Maret 28, 2010

My wEddiNg

Alhamdulillah …..

25 tahun sudah kunanti

Datanglah sang mujahid dengan hati mulia

Yang akan menyempurnakan setengah agama ini

Maha suci Allah yang telah mempertemukan kami

Telah kami langsungkan akad nikah pada hari Senin 8 Maret 2010 di Magelang.

~ MuTi & ZeNi ~

Oleh: mutiatun | Maret 26, 2009

EliNg wElinGku NduK…..

Sawijining dino, ing lingsire serngege

Nduk…..

kowe rak wus ngerti dhewe

Yen Ibu ngopeni mbakyumu, kangmasmu lan seliramu

Awit songko seliramu ceprol jabang bayi

Nganti saiki kowe ngerti donyo iki Baca Lanjutannya…

Oleh: mutiatun | Februari 27, 2009

fOr palEstiNa

Inilah teriakan kami yang terindah untukmu Palestina. Tergabung dalam Writing Club Sekolah Alam Ar Ridho, dimana tempat Teh Muti mengajar.

Hanya INI

By Teh Muti (Wali Kelas 4B)

Meski gemuruh senjata tak seramai dulu

Meski wajah-wajah itu tak setegang dulu

Meski kedamaian itu sesempit dulu

Meski kemenangan itu sejauh dulu Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.