3 bulan telah berlalu
Saat kau nyatakan aku
“Si Gadis Musim Semi”
Subhanallah…
Sunguh…. sungguh indah..
Bagiku dan bagimu
Waktupun tak diam
Ia berjalan menggerakkan proses
Daun-daun itupun melayu…
Satu, dua, tiga….
Jatuh berguguran ke tempat asalnya
Hanya dahan kokoh yang masih tertinggal
Busuklah ia dan menyatu dengan tanah
3 bulanpun tetap berlalu
Akar menjalar melongok asupan yang ada
Tahukah kau…???
Aku melahap diriku sendiri
Aku melahap daunku sendiri
TApi lihatlah…
Aku tumbuh subur
Satu, dua, tiga…..
Bunga-bunga itu mulai tumbuh
Bunga dengan warna yang lain
Bunga untuk Tuhanku
Dan kini….
Panggillah aku
“Si Gadis Musim Gugur”


Selamat sore,gadis musim gugurku.
Oleh: langitjiwa on Oktober 25, 2008
at 7:46 am
Subhanallah
Gadis Musim Gugur
Oleh: achoey on Oktober 27, 2008
at 3:00 am
satu untuk seribu ya..kira2 makna nya,,,
Oleh: nung on Oktober 27, 2008
at 4:46 am
akulah sikumbang musim panas…eh musim bunga ding…
Oleh: wiwite on Oktober 27, 2008
at 7:17 am
puisi nan indah
makna yang mendalam
Oleh: Alex on Oktober 27, 2008
at 8:16 am
Ada afa ini? kenafa fada melow begini…??? Ayo semangadh!
mao nikah ya??? iya kan? iya? *ditendang*
Oleh: Cabe Rawit on Oktober 28, 2008
at 11:44 pm
bukan si gadis penjual susu ya
Oleh: kakanda on Oktober 30, 2008
at 5:22 am
“Gadis Musim Gugur” nama yang indah.
Seindah orangnya, hehehe…
Oleh: Edi Psw on November 5, 2008
at 2:36 am
hmmm indahnya….
Maaf lama ga mmpir disini teh.. saya skarang pindah ke http://azaxs.net
Suwuun
Oleh: azaxs on November 6, 2008
at 8:54 am
hmmmmm
indah banget bu guru….
Oleh: bapakethufail on November 7, 2008
at 6:01 pm
Assalamualaikum…,Te2h
Q baca dlm 1 buku bhw “wkt qta terlalu bnyk buat memanjakan jiwa dengan syair2,musik2 dll yg kdg menjauhkan dr cintaNYA”,
Tp,,,pa yg Te2h pampangkan ni bkn cm puisi (bg org yg mo b’pikir dlm),,,Apa tu…?ya,,,makanya pikir,,,!!! Ya ga Teh Muti..?
Wassalam…,
Oleh: kang toha on November 8, 2008
at 12:58 pm
Salam kenal Bu Guru
Oleh: Catatan Kecik on November 10, 2008
at 6:38 am
ingatkah tentang sajak kupu-kupu?
yang terbang melintas, hinggap dikelopak indah dan sari manis
tak ada yang kekal, hidup berjalan, satu saat terdiam dalam perhentian
kita hanya menanti, mempersiapkan sepucuk surat kepada yang tercinta
esok, lusa, entah…
namun pastikan, semua indah pada waktunya..
Oleh: Kadi on November 29, 2008
at 3:34 pm
cantik ya puisi Gadis Musim Gugur.
ajari aku bikin puisi ya bu…
Oleh: fira on Januari 5, 2009
at 12:24 pm
mohon maaf buat semuanya, belum bisa selalu ngasih koment balik….
Oleh: mutiatun on Januari 12, 2009
at 11:02 am