Suatu ketika CINTA berkilah
“Aku kan membunuhmu”
Kau bawa busur dan anak panahnya
Kau jinjing misimu
cinta pertama takan terlupa
kau nafikan tabiat bani Adam
bahwa lupa adalah dasarnya
kau hampiri insan di dunia
kau tulikan pendengaranya
kau kau butakan matanya
kau racun hatinya
kau picingkan matamu
dan kau bidik jantungnya
Lihat….
Aku masih menghembuskan nafas
kau punya mata
tapi kau buta
cukup dihafal
sasaran dihati
kau yang autis?
atau aku yang bodoh?
hari ini kukan bertitah
lihatlah pangkal jubahku
panahlah kepalaku
hancurkan otakku
dan suatu saat nanti
ku kan bersimpuh dikakimu
Tulisan yang ada tidak semata-mata pengalaman pribadi. Entah hanya permainan kata, sebuah pemikiran ataupun pengalaman orang laen, itu adalah rahasia perusahaan.


Puisi nya untuk sang pencipta atau cinta pertama mu?
Oleh: thevemo™ on Agustus 16, 2008
at 8:03 am
Iya kita memang diturnkan sifat pelupa dari nabi Adam!
Ttg cerita umur nabi Adam.
Tapi kita jangan pernah lupa untuk selalu mengingatNya.
Selalu amar ma`ruf nahi munkar!
Oleh: hanggadamai on Agustus 16, 2008
at 10:24 am
Aduh! Aku lupa mau nulis komentar apa tadi?
Oleh: gajah_pesing on Agustus 17, 2008
at 5:15 am
nice poetry
CINTA pun pandai berkilah…
Oleh: yodama on Agustus 19, 2008
at 5:40 am
teteh..
betapa tersentuhnya aku membaca kata2 di atas
Oleh: Menik on Agustus 20, 2008
at 4:58 am
dari basanya siiich kyaknya pengalaman pribadi niich !!!
anyway jangan mo dbunuh ama cinta mba’ !!
Oleh: goncecs on Agustus 20, 2008
at 8:09 am
berikanlah cintamu hanya padaNYA
cintailah IA sepenuh hati
Oleh: kakanda on Agustus 20, 2008
at 9:43 am
lam kenal mba..
bagus banget puisinya, ko jadi merinding yah bacanya…
Oleh: falla on Agustus 20, 2008
at 1:54 pm
Assalamu’alaikum
bagus ya puisinya, salam kenal mbak…
Oleh: l5155st™ on Agustus 22, 2008
at 11:56 pm
hmmmm……
maknanya dalem ya mbak…jadi bingung hehehee
Oleh: icha on Agustus 25, 2008
at 4:15 am
dan cinta itu bagaiman kita menjalaninya, kadang akan menghancurkan kita, kadang pula akan membawa kita dlam ridlo yang ESA
Oleh: ircham on Agustus 25, 2008
at 2:17 pm
Puisi seperti sekretaris yg selalu menyimpan rahasia atasannya (penulis) dgn sangat ketat. Tetapi setelah imaji itu terwujud dalam satu atau dua kata saja, maka itu adalah FAKTA dalam puisi, fakta yang dibangun oleh puisi itu sendiri.
Oleh: RhyzQ on Agustus 28, 2008
at 5:09 pm
juga bagus mbakk
Oleh: arindang on April 16, 2009
at 10:33 am