Oleh: mutiatun | Agustus 16, 2008

Bunuhlah aku…

Suatu ketika CINTA berkilah

“Aku kan membunuhmu”

Kau bawa busur dan anak panahnya

Kau jinjing misimu

cinta pertama takan terlupa

kau nafikan tabiat bani Adam

bahwa lupa adalah dasarnya

kau hampiri insan di dunia

kau tulikan pendengaranya

kau kau butakan matanya

kau racun hatinya

kau picingkan matamu

dan kau bidik jantungnya

Lihat….

Aku masih menghembuskan nafas

kau punya mata

tapi kau buta

cukup dihafal

sasaran dihati

kau yang autis?

atau aku yang bodoh?

hari ini kukan bertitah

lihatlah pangkal jubahku

panahlah kepalaku

hancurkan otakku

dan suatu saat nanti

ku kan bersimpuh dikakimu

Inspirated by ……

Tulisan yang ada tidak semata-mata pengalaman pribadi. Entah hanya permainan kata, sebuah pemikiran ataupun pengalaman orang laen, itu adalah rahasia perusahaan.


Tanggapan

  1. Puisi nya untuk sang pencipta atau cinta pertama mu?

  2. Iya kita memang diturnkan sifat pelupa dari nabi Adam!
    Ttg cerita umur nabi Adam.
    Tapi kita jangan pernah lupa untuk selalu mengingatNya.
    Selalu amar ma`ruf nahi munkar!

  3. Aduh! Aku lupa mau nulis komentar apa tadi?

  4. nice poetry :)

    CINTA pun pandai berkilah…

  5. teteh.. :(

    betapa tersentuhnya aku membaca kata2 di atas :(

  6. dari basanya siiich kyaknya pengalaman pribadi niich !!!
    anyway jangan mo dbunuh ama cinta mba’ !!

  7. berikanlah cintamu hanya padaNYA :)
    cintailah IA sepenuh hati

  8. lam kenal mba..
    bagus banget puisinya, ko jadi merinding yah bacanya…

    :)

  9. Assalamu’alaikum

    bagus ya puisinya, salam kenal mbak…

  10. hmmmm……
    maknanya dalem ya mbak…jadi bingung hehehee

  11. dan cinta itu bagaiman kita menjalaninya, kadang akan menghancurkan kita, kadang pula akan membawa kita dlam ridlo yang ESA

  12. Tulisan yang ada tidak semata-mata pengalaman pribadi. Entah hanya permainan kata, sebuah pemikiran ataupun pengalaman orang laen, itu adalah rahasia perusahaan.

    Puisi seperti sekretaris yg selalu menyimpan rahasia atasannya (penulis) dgn sangat ketat. Tetapi setelah imaji itu terwujud dalam satu atau dua kata saja, maka itu adalah FAKTA dalam puisi, fakta yang dibangun oleh puisi itu sendiri.

  13. juga bagus mbakk


Beri tanggapan

Your response:

Kategori