Oleh: mutiatun | Juni 13, 2008

Bekal Istri Aktivis Dakwah

Seorang aktivis dakwah membutuhkan istri yang ‘tidak biasa’. Kenapa? Karena mereka tidak hanya memerlukan istri yang pandai merawat tubuh, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola keuangan, trampil dalam hal-hal seputar urusan kerumah-tanggaan dan piawai di tempat tidur. Maaf, tanpa bermaksud mengecilkan, berbagai kepandaian dan ketrampilan itu adalah bekalan ‘standar’ yang memang harus dimiliki oleh seorang istri, tanpa memandang apakah suaminya seorang aktivis atau bukan. Atau dengan kalimat lain, seorang perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang istri jika dia memiliki berbagai bekalan yang standar itu. Lalu bagaimana jika sudah jadi istri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam, belajar dong. Istilah populernya learning by doing.

Kembali kepada pokok bahasan kita. Menjadi istri aktivis berarti bersedia untuk mempelajari dan memiliki bekalan ‘di atas standar’. Seperti apa? Berikut ini adalah bekalan yang diperlukan oleh istri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah:

1. Bekalan Yang Bersifat Pemahaman (fikrah).

Hal penting yang harus dipahami oleh istri seorang aktivis dakwah, bahwa suaminya tak sama dengan ‘model’ suami pada umumnya. Seorang aktivis dakwah adalah orang yang mempersembahkan waktunya, gerak amalnya, getar hatinya, dan seluruh hidupnya demi tegaknya dakwah Islam dalam rangka meraih ridha Allah. Mendampingi seorang aktivis adalah mendampingi seorang prajurit Allah. Tak ada yang dicintai seorang aktivis dakwah melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalan-Nya. Jadi, siapkan dan ikhlaskan diri kita untuk menjadi cinta ‘kedua’ bagi suami kita, karena cinta pertamanya adalah untuk dakwah dan jihad!

2. Bekalan Yang Bersifat Ruhiyah.

Berusahalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan hanya Dia tempat bergantung semua harapan. Miliki keyakinan bahwa ada Kehendak, Qadha, dan Qadar Allah yang berlaku dan pasti terjadi, sehingga tak perlu takut atau khawatir melepas suami pergi berdakwah ke manapun. Miliki keyakinan bahwa Dialah Sang Pemilik dan Pemberi Rezeki, yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Bekalan ini akan sangat membantu kita untuk bersikap ikhlas dan qana’ah ketika harus menjalani hidup bersahaja tanpa limpahan materi. Dan tetap sadar diri, tak menjadi takabur dan lalai ketika Dia melapangkan rezeki-Nya untuk kita.

3. Bekalan Yang bersifat Ma’nawiyah (mentalitas).

Inilah di antara bekalan berupa sikap mental yang diperlukan untuk menjadi istri seorang aktivis: kuat, tegar, gigih, kokoh, sabar, tidak cengeng, tidak manja (kecuali dalam batasan tertentu) dan mandiri. Teman saya mengistilahkan semua sikap mental ini dengan ungkapan yang singkat: tahan banting!

4. Bekalan Yang bersifat Aqliyah (intelektualitas).

Ternyata, seorang aktivis tidak hanya butuh pendengar setia. Ia butuh istri yang ‘nyambung’ untuk diajak ngobrol, tukar pikiran, musyawarah, atau diskusi tentang kesibukan dan minatnya. Karena itu, banyaklah membaca, rajin mendatangi majelis-majelis ilmu supaya tidak ‘tulalit’!

5. Bekalan Yang Bersifat Jasadiyah (fisik).

Minimal sehat, bugar, dan tidak sakit-sakitan. Jika fisik kita sehat, kita bisa melakukan banyak hal, termasuk mengurusi suami yang sibuk berdakwah. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan, membiasakan pola hidup sehat, rajin olah raga dan lain-lain. Selain itu, jangan lupakan masalah merawat wajah dan tubuh. Ingatlah, salah satu ciri istri shalihat adalah ‘menyenangkan ketika dipandang’.

Akhirnya, ada bekalan yang lain yang tak kalah penting. Itulah sikap mudah memaafkan. Bagaimanapun saleh dan takwanya seorang aktivis, tak akan mengubah dia menjadi malaikat yang tak punya kesalahan. Seorang aktivis dakwah tetaplah manusia biasa yang bisa dan mungkin untuk melakukan kesalahan. Bukankah tak ada yang ma’shum di dunia ini selain Baginda Rasulullah?

Artikel di atas di ambil dari sini. Saya yang merupakan sasaran dari artikel ini merasa perlu untuk mempersiapkan jauh lebih dini. Sebagaimana janji Allah, jodoh itu sudah di tentukan, tak perlu di cari, tak perlu di paksa, apalagi berangan-angan sesuatu yang tak pasti, karena suatu saat pasti kan ada jawabnya. Suatu ketika seorang teman menyampaikan sebuah jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan. “Kita masih muda, belum saatnya” kira-kira begitu maknanya. Saya hanya berfikir, dimanakah letak penyadaran akan hakikat takdir Allah yang tidak dapat di rubah yang meliputi 4 hal, salah satunya adalah jodoh. Maka, kalo kita belum siap dengan rumah tangga, maka jangan pernah coba-coba mendekati zina. Karena menikah atau membina rumah tangga bukan berdasar umur, tapi berdasar kesiapan dan ketentuan. Meskipun begitu, menikahpun yang sebelumnya diawali dengan proses khitbah, harus sesuai syariat, tidak asal proses jalan. Diantaranya, melalui pihak ketiga, bisa teman, saudara, orang tua, atau ustadz.

Jadi inget lagunya Mba Siti NH, nyanyiin bareng yuk………

Begitu banyak cerita
Ada suka ada duka
Cinta yang inginku tulis
Bukanlah cinta biasa

Dua keyakinan beza
Masalah pun tak sama
Ku tak ingin dia ragu
Mengapa mereka selalu bertanya

Cintaku bukan diatas kertas
Cintaku getaran yang sama
Tak perlu dipaksa
Tak perlu dicari
Kerna kuyakin ada jawabnya oh…
Andai ku bisa merubah semua
Hingga tiada orang terluka
Tapi tak mungkin
Ku tak berdaya
Hanya yakin menunggu jawapnya

Janji terikat setia
Masa merubah segala
Mungkin dia kan berlalu
Ku tak mahu mereka tertawa

Diriku hanya insan biasa
Miliki naluri yang sama
Tak ingin berpaling
Tak ingin berganti
Jiwa ku sering saja berkata

Andai ku mampu ulang semula
Ku pasti tiada yang curiga
Kasih kan hadir tiada terduga
Hanya yakin menunggu jawapan


Tanggapan

  1. dan jika bisa semua istri seperti ini :)

  2. nyantai dulu ah…

  3. pengen lanjutin komen yg tertunda kemarin.

  4. mm…, sepertinya aku pernah baca artikel ini.

  5. seandainya saja semua akhwat berbekal sepert itu…

  6. pasti suami2 pada betah tinggal di rumah :mrgreen:

  7. tp sayang yah, disni cuma dijelaskan istri yg berbekal aktivis da’wah.

  8. ga ada tips utk membentuk karakter istri menjadi seperti itu.

  9. ada ga ya???

  10. teteh… ada nggak???

  11. teteh ke mana sih?
    kok ga dijawab2?

  12. ya udah, kalau ada kirim via email ya…

  13. wassalamu alaikum…

  14. *pulang sambil nyanyi lgnya st nurhaliza*

  15. Kalau boleh menambahkan teh Muti,
    “Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas.”
    (H.R. At-Turmidzi)

  16. Wah, nggak tahu lagunya.
    Hehehe…

  17. Mm… buat kak RhyzQ, besok deh….. coba teteh cari dulu. Ntar ta kirim lewat emel. Yang penting kita tuh sama-sama berusaha.
    He..he.. malu juga, orang nikah aja belum.

  18. Aduh …
    si RhyzQ ini kesambet apaan ya …
    kok bikin rusuh di blognya teh muti nih …

  19. hwadoh komennya di borong RhyzQ…

    mempersiapkan lebih dini jauuuh lebih baek…

    dl jaman kuliah dl banyak lho kajian pra nikah….banyak bgt manfaatnya…

  20. :) boleh juga nih baca http://nexlaip.wordpress.com/2007/05/30/ratu-bidadari/

  21. hehe, gimana mbak mutia. persiapannya dah matang nih

  22. jazakillah khairan atas ilmunya :)

  23. semoga saya mendapatkan istri aktivis dakwah :)

    *Hanya yakin menunggu jawaban

  24. mbak nich ada web baru:
    http://cambuk-hati.web.id
    semoga bermanfaat ya…
    isinya tentang tazkiyatun nufus..
    bisa maen juga ke blog ana
    http://salafiyunpad.wordpress.com

  25. * nengokin komennya rhyzq yang bejibun*
    *geleng2 kpala*

    ayo Teh… jangan ragu… :)

  26. iya teh bener kata rhyzq ada g cara yg membuat karakter seperti itu?

  27. Ntar kalo suami aktivisnya mo poligami gimana mbak??

  28. lam kenal ya mbak
    maju trus

  29. salam..
    semoga langkah hidup semakin tegap
    dengan bekal ilmu yang mantap..:)

  30. makasih maksih bekal nya…
    saya bisa ga ya dapet suami aktivis dakwah.. sementara saya kaya gini perlu banyak renovasi :D
    maluuuu…. :(

  31. eh salam kenal

  32. lama ga posting ya.
    sama dengan diriku. :)
    biar lambat, asal posting. semangat ya teh…

  33. smoga aku bisa meraih semua bekal itu kelak amiiiin :)

  34. indah…. mak nyeees !!!!!

  35. semoga ana dapat bersikap seperti itu amiiiin,
    SEMANGAT
    asslamkm wr wb

  36. Subhanallah….jadi nambah ilmu nich…
    jadi semakin termotivasi untuk menuju kesana

  37. Assalamualaikum…

    Mksh teh muti..!!!

  38. Assalamualaikum…

    Langsung ja teh muti.sbgmn keadaan sy yg tlah teh muti kthui,kira2 spt pa calon istri yg pas bt saya.sy kan bkn ahli dakwah..! Boro2 mo dakwah,dakwah tu paan jg g tau..,he..,he…!

    Sy tggu ya teh..!wassalam

  39. Asslmkm..!

    Teh muti’ ampe skrg ulodot msh setia menanti feedback dr te2h.sbgmn pengetahuan te2h ttg perempuan(mengingat te2h jg perempuan)jg pengetahuan te2h atas diri sy,mk kriteria cln istri yg pas bt sy spt pa.mksh atas sugest ny..!
    Wassalam..!!


Beri tanggapan

Your response:

Kategori