Oleh: mutiatun | Maret 7, 2008

buaT adekku yang telah menGGenapkan sEparuH diiNYa

Suatu ketika dipagi hari yang cerah, seperti biasa aku melangkahkan kaki menuju tempatku menunggu bang sopir yang akan membawa jasad ini ke tempatku menimba ilmu. Jasad yang menyatu dengan pikiran yang penuh dengan virus-virus, virus hati, virus mata dan virus-vius lainya sehingga membuat lola dan solusi akhirnya adalah repair system. Tanpa kusengaja bola hitam dimataku bergerak ke sebelah kiri sehingga kutemukan sosok yang anggun berbalut jilbab putih, berlipstik kejujuran, bergiwang kesopanan dan pemerah pipi rasa malu yang hatinya bergetar dan memancarkan frekuensi tertentu hingga tertangkap oleh pikiranku kau sangatlah anggun. Dan saat itu pula hatiku luluh dan berazzam untuk membuat bangunan seindah denganya yang kusampaikan lewat senyum manisku.
Adekku…… Dan memang pantas andaikan Al Akh itu meminangmu untuk menjadi pendamping hidupnya, spirit jiwanya, penerus generasinya. Karena tidak hanya hukum alam kutub utara magnet akan selalu menarik kutub selatan magnet. Tapi akupun seakan tertarik oleh gaya yang kau timbulkan.
“Pak, MIPA nggih…?”. Ucapku pada bang sopir ketika hampir sampai di depan gerbang MIPA. Aku turun, kaupun juga turun. Kau menggandeng tanganku dan kau bisikan,
“Saling mendoakan ya mbak….”. Tanyaku lembut padanya,
“Gimana dek keadaanya…..?”.
“Aku yang tak bisa menahan hati mbak. Dan hanya pada abi aku mengeluh dan bahkan menangis. Tapi saat itu juga abipun berkata “sama dek…… dan bahkan mungkin godaan abi lebih berat”. Aku hanya bisa menangis dalam kesendirian mbak…….”. Itu keluhmu saat itu dek…….
“Kita akan saling mendoakan dan saling menautkan hati melalui robithoh kita. Hanya Dia yang akan menguatkan hatiku dan hatimu. Kau ada macam cobaanya, dan akupun juga ada macam cobaanya. Tuntutan atasmu kewajiban suami dan hak keluarga. Dan aku….. tuntutan emosiku dan egoisku bahkan kemalasanku.”. Jawabku saat itu tanpa mengarahkan bola hitam mataku kepadamu.
“Assalamualaikum…….”. Kusalami tanganmu dan kucium pipimu.

Aku membuka warnet dan langsung melesat menghidupkan komputer buat muter lagunya Opick yang rapuh. Ups….. belum ada user berarti alhamdulillah ada kesempatan buat nangis dan mengadu ma Allah.

detik waktu terus berjalan

berhias gelap dan kelam

suka dan duka tangis dan tawa

tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi

hadir bagai teman sejati

di antara lelahnya jiwa

dalam dosa dan airmata

kupersembahkan kepadamu

yang terindah dalam hidupku

meskiku rapuh dalam langkah

kadang tak setia kepadaMu

namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati

tak sempurna mencintaiMu

dalam dada kuharap hanya

Dirimu yang bertahta

Adek… katamu telah mengingatkanku, bahwa kau yang telah menggenapkan separuh agamamu Allah mengujimu. . Dan akupun yang belum mengenapkan yang separuh agama itu masih terus dan terus tidak setia kepadaNya dan menjaga fitrah manusia buat senantiasa menjaga cinta tertinggiku dan hatiku. Buat senantiasa menegakkan diin ini untuk persembahan terakhirku.
Adek…. kuatkan hatimu dan kukuatkan pula hatiku hingga kitakan bersimpul bersamanya, bersamanya, dan bersamaNya.


Tanggapan

  1. Mukminah sholehah hanya untuk mukmin sholeh
    kehidupan adalah ujian
    InnaLlaha ma’ashshobirin, ya ukhti

  2. : kakanda
    Syukron kanda…. nasehatnya.
    Bersikap sabar memang susah… tapi kita harus berusaha…..

  3. Allah not always answer the question with a yes
    but the answer is the best

  4. Duh senengnya

  5. Alhamdulillah, terima kasih teteh. Postingan ini udah ingatkan aku juga…

  6. # kang hangga
    aye sepakat ma antum
    # kang achoey
    seneng apanya….?
    # RhyzQ
    kita hanya bisa saling mengingatkan….

  7. yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut 4JJI. Salam kenal mbak, kapan2 mampir ke blog saya yah? suwun…..

    ““““““““““““““““““““““““
    iya…….. ntar ane mampir. tunggu ya…… tapi siapin dulu minuman n makananya…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori