Sebuah renungan yang panjang tentang cinta. Mengapa harus mencintai sodaranya…..?
Kutatap ujung penutupmu
Menganggunkanmu dalam tiap tatapku
Salahkah aku?
Kuikuti dalam tiap gerakmu
Dengan ujung mataku
Tercelakah itu?
Kuhindarkan mataku dari menatapmu
Ada rasa takut
Tiap kali melihat cahaya dari wajah sucimu
Pengecutkah aku?
Kubuang jauh-jauh ragaku
Tiap kali kau ada disekitarku
Meski kutinggalkan jiwa
Yang beredar tak menentu didekatmu
Terkutukkah itu?
Maaf, maafkan aku
Jika membawa-bawa dirimu
Dalam khayal masa depanku
Format kehidupan yang sedang kutuju
Maaf, maafkan aku
Yang terus mengkhawatiri dirimu
Meski kau berusaha yakinkan aku
Bahwa kau bisa jaga dirimu
Maaf. maafkan aku
Jika menimbun rasa cinta terhadapmu
Selalu datang dan melayang-layang
Dalam tiap desah nafasku
Salahkah aku ?
Jika menginginkan dewi yang suci
Menjadi teman hidupku
Dewi yang selalu menjaga dirinya
Biarkan aku terus berharap
Salahkah aku ?
jika aku menjagamu dengan ribuan aturan
Meski kutahu kadang kau tak menyukai
Penjagaanku, aku tak peduli
Salahkah aku ?
Jika menganggap dirimu
Bidadari yang turun kebumi
Hanyut aku dalam keindahanmu
Salahkah aku ?
bila tak rela kau dicuri oleh kegelapan
Kubakar diriku demi memberimu cahaya
Aku tak kan mati karenanya
Kurasa aku mencintaimu
Maka kujaga dirimu
Kujaga pula diriku
Agar cinta tetap bermakna cinta
Wahai dewiku bidadariku cintaku
Tataplah langit sejenak saja
Ingatkan kembali dirimu akan ketinggianmu
Kembalilah pada ketinggianmu
Taken From:


memang dalam malam yang penuh bintang, tapi ada yang lebih terang dengan cahaya bulan,(ko’ ga nyambung yach???). Tapi jangan pake lampu neon ya!!!
————————————-
neon tetap akan lebih terang dari pada sebatang lilin. So… dari mana kita memandangnya. OK….!!
Oleh: wiwite on Januari 11, 2008
at 6:31 am
huh…
translate
Oleh: isei on Juli 4, 2009
at 2:48 pm