Oleh: mutiatun | Desember 28, 2007

CiNTaku padAMu

Sebuah renungan yang panjang tentang cinta. Mengapa harus mencintai sodaranya…..?

Kutatap ujung penutupmu

Menganggunkanmu dalam tiap tatapku

Salahkah aku?

Kuikuti dalam tiap gerakmu

Dengan ujung mataku

Tercelakah itu?

Kuhindarkan mataku dari menatapmu

Ada rasa takut

Tiap kali melihat cahaya dari wajah sucimu

Pengecutkah aku?

Kubuang jauh-jauh ragaku

Tiap kali kau ada disekitarku

Meski kutinggalkan jiwa

Yang beredar tak menentu didekatmu

Terkutukkah itu?

Maaf, maafkan aku

Jika membawa-bawa dirimu

Dalam khayal masa depanku

Format kehidupan yang sedang kutuju

Maaf, maafkan aku

Yang terus mengkhawatiri dirimu

Meski kau berusaha yakinkan aku

Bahwa kau bisa jaga dirimu

Maaf. maafkan aku

Jika menimbun rasa cinta terhadapmu

Selalu datang dan melayang-layang

Dalam tiap desah nafasku

Salahkah aku ?

Jika menginginkan dewi yang suci

Menjadi teman hidupku

Dewi yang selalu menjaga dirinya

Biarkan aku terus berharap

Salahkah aku ?

jika aku menjagamu dengan ribuan aturan

Meski kutahu kadang kau tak menyukai

Penjagaanku, aku tak peduli

Salahkah aku ?

Jika menganggap dirimu

Bidadari yang turun kebumi

Hanyut aku dalam keindahanmu

Salahkah aku ?

bila tak rela kau dicuri oleh kegelapan

Kubakar diriku demi memberimu cahaya

Aku tak kan mati karenanya

Kurasa aku mencintaimu

Maka kujaga dirimu

Kujaga pula diriku

Agar cinta tetap bermakna cinta

Wahai dewiku bidadariku cintaku

Tataplah langit sejenak saja

Ingatkan kembali dirimu akan ketinggianmu

Kembalilah pada ketinggianmu

Taken From:

tasauf_hikmah@yahoogroups.com


Tanggapan

  1. memang dalam malam yang penuh bintang, tapi ada yang lebih terang dengan cahaya bulan,(ko’ ga nyambung yach???). Tapi jangan pake lampu neon ya!!!
    ————————————-
    neon tetap akan lebih terang dari pada sebatang lilin. So… dari mana kita memandangnya. OK….!!

  2. huh…
    translate


Beri tanggapan

Your response:

Kategori