Oleh: mutiatun | Desember 28, 2007

BuAt CiNtaKu

Di Wisma Ash-Shiddiqiyah

Di Jalan Raya Sekaran

Kutemukan kurasakan

Sebuah fenomena cinta

Cintaku padamu, padanya dan pada kalian bukan diatas kertas dan bukan hiasan bibir. Tapi cintaku pada kalian semua kan kuukir dalam dalam mutiara yang senantiasa berkilau dan senantiasa memancarkan cahaya kekuatan bagiku.

Ketika keputusan telah ada dan jalan yang terbaik adalah sami’na waatho’na. Karena itu adalah sebagai ladang untuk melatih kesabaran bagiku dan bagimu dan kesabaran atas cinta. Ketika aku memilih, siapa yang rela meninggalkan Cinta meski Rangga secuek itu (cie……). Aku tak kan pernah bisa untuk mengatakan selamat tinggal Cintaku walaupun itu hanya sementara dan sesaat. Bukan berarti aku tak dapat menerima semua itu, tapi….. sekali lagi cinta yang telah bersemi tak kan bisa untuk dilepaskan.

Cinta… jangan pernah bertanya kemanakah aku kan pergi. Karena aku tak kan pernah bisa menjawabnya.

(di tulis dalam kenangan memory with Ash-shiddiqiyah’s lover)


Tanggapan

  1. Cinta??? Mmm…, yg aku tidak mengerti apakah Cinta itu sebuah tujuan atau merupakan proses, dan yg lebih parah lagi… aku tak pernah bisa mendifinisikan kata cinta, terlalu abstrak soalnya. Tapi, ah. tak usah perdulikan aku jika kau betul2 ingin menikmati derita yg atas nama “cinta” itu. Selamat bercinta…
    ————————————————————————————————————————————————–
    Bagiku cinta adalah tujuan. Sedangkan pengorbanan dan keikhlasan adalah proses. Pengorbanan untuk saling menolong dan saling menerima. Memperoleh cinta Allah adalah tujuan. Sedangkan bertakwa adalah proses.

  2. bagusnya
    translate


Beri tanggapan

Your response:

Kategori