Ketika Islam mengajarkan kesabaran, maka aku bertanya sabar yang seperti apa? Ketika orang berkata “kesabaranku habis”, Maka dalam pikiranku sabarku hanya satu dua hari. Ketika ku melirik di kenyataan, maka kuharus bersabar bagaikan air yang memecahkan batu.
SABARKU…..
Sabarku …………..
padamu, padanya dan pada kalian
Tak sepanjanag jalan perjalanan
Sabarku …………….
padamu, padanya dan pada kalian
Hanyalah seperti setetes air
Bukan air sungai yang mengalir deras
Tak jua seluas air di samudera
Sabarku…………
padamu, padanya dan pada kalian….
Hanyalah setetes air
yang menembus di sela-sela bebatuan
Lalu menetes diatas sebuah batu besar
Yang kuberi nama kamu, dia, mereka dan kalian
Sabarku…………….
padamu, padanya dan pada kalian….
Tak sebesar dunia,
Tapii….
Kan ku berikan setetes demi setetes sabarku
Selama waktu yang Dia berikan padaku
Hingga suatu saat nanti batukan terkikis
Dan saat itu……..
kamu, dia dan kalian baru menyadari
Betapa tulusnya aku sabar padamu, padanya dan pada kalian


MasyaAllah…
suara-suara dari bukit pun berseru
kamulah pohon yg sabar di antara hutan yang sangar
dan aku…
tak punya kata-kata lagi untuk membuatmu kagum padaku
layaknya raksasa yang kalah
Oleh: Rhyzq Narwis on Desember 25, 2007
at 3:32 am